Sebuah

 

Sebanyak 16 foto karya fotografer Indonesia dipamerkan di ruang publik, di Kampung Pondok, Padang dalam festival fotografi dokumenter pertama di Indonesia, bertajuk Insumatra Photo Festival 2019. Pembukaan digelar di Kelenteng Lihat Hien Kiong, sementara karya di pajang di ruang publik di sekitarnya.

Insumatra Fest memang digagas sebagai wadah untuk fotografi agar bisa bersentuhan langsung dengan masyarkarat, sekaligus menjadi perayaan fotografi akbar di Sumatera. 

Ruang publik disulap menjadi galeri-galeri terbuka di mana fotografi dipulangkan kembali ke asalnya, masyarakat itu sendiri. Festival ini mengusung program pameran mulai dari pameran foto, workshop, seminar, panel diskusi, malam layar dan tur festival.

Dari seratusan lebih karya yang didaftarkan oleh seluruh Indonesia yang kemudian disaring melalui proses kurasi, 16 karya dinyatakan lulus untuk dipamerkan. Sari Asih menyebut karya yang didaftarkan pada festival beragam dan berasal dari fotografer di seluruh Indonesia. Menarik, hampir separuh karya yang lolos proses kurasi dari fotografer di Sumatra.

Muhammad Fadli, fotografer dokumenter kelahiran Bukittinggi yang telah mengikuti festival foto internasional menghargai melalui festival ini fotografer memiliki peluang lebih untuk bisa menyampaikan narasi yang menjadi perhatian mereka dalam pembuatan. Melalui fotografi, baik fotografer maupun masyarakat yang menjadi audien dapat sama-sama menjawab diskusi di “Sekitar Kita” yang dipilih sebagai tema festival ini. 

Fadli mengatakan, Fotografi pada akhirnya bisa membuat orang, baik fotografer dan masyarakat menjadi lebih peka pada seluruh.
Fadli yang menjadi Direktur Program pada festival ini, juga mengatakan Insumatra dirancang sebagai wadah pertemuan berbagai dalam fotografi. Pada program seminar misalnya, fotografer dapat memperkaya wawasan tentang publikasi karya dan membangun portofolio. Diskusi panel dibuat untuk membincangkan segala hal tentang fotografi sekaligus ruang edukasi bersama.

Selain pameran, dua lokakarya telah digelar sejak 22 Februari. Fotoria, workshop fotografi untuk pelajaran yang diasuh oleh Eka Nickmatulhuda, eks fotografer Tempo yang kini menjadi fotografer lepas. Workshop proyek pribadi, dimentori oleh Yoppie Pieter dan Kurniadi Widodo. Dua tahun terakhir ini aktif dalam pengembangan edukasi fotografi.


Sumber: AntaraSumbar.com