b3

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan sebanyak 20 siswa Setukpa asal Sumbar yang dipulangkan dari Sukabumisedang menjalani masa karantina di SPN Padang Besi Kota Padang.

“Siswa Setukpa yang menjalani pendidikan di Setukpa Lemdikpol Sukabumi sebanyak 46 orang dan hanya 26 orang yang dipulangkan dan sisanya 20 orang lagi tengah menjalani pemeriksaan di sana,” kata dia di Padang.

Menurut dia sebanyak 26 orang siswa Setukpa asal Sumbar yang dipulangkan ke daerah pengiriman untuk menjalani cuti pendidikan. Sesuai dengan protokol pananganan pandemi COVID-19, siswa yang dipulangkan menjalani karantina selama 14 hari. Hanya 26 orang yang dipulangkan dari Sukabumi dan langsung menjalani karantina selama 14 hari di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Padang Besi.

Ia mengatakan memang aturannya begitu dalam penanganan COVID-19, setiap yang datang dari luar Sumbar harus dikarantina dulu baru dikembalikan kepada keluarga untuk menjalani cuti pendidikan. Sementara untuk 20 orang siswa yang belum dipulangkan ke Sumbar, pihaknya belum mendapatkan informasi pasti apakah positif corona atau tidak.

Menurut dia, rapid tes yang dilakukan secara masal kepada 1.550 siswa SIP ini berawal dari adanya seorang siswa yang mengeluh sakit demam berdarah dengue (DBD) dan delapan lainnya juga mengeluh mengalami demam tinggi.

Setelah dilakukan rapid test ternyata ada tujuh yang yang positif COVID-19 dan mereka saat ini sedang menjalani perawatan RS Polri Said Sukanto, Jakarta, sementaradua siswa lainnya menjalani perawatan di RS Bhayangkara Brimob Jakarta. Sedangkan siswa yang dinyatakan negatif, dipulangkan ke daerah asalnya atau cuti “Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 tidak diizinkan pulang dan harus menjalani isolasi selama 14 hari dan mereka yang pulang pun diinstruksikan untuk melakukan isolasi mandiri.

Sementara Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Musyafak mengatakan hasil rapid test ini tidak menjamin 300 siswa SIP ini positif COVID-19 karena akurasinya hanya 80 persen dan itu pun tidak khusus COVID-19. Sebab untuk menentukan mereka benar-benar positif atau negatif virus mematikan tersebut harus melalui uji pemeriksaan swab.

Selama masa isolasi di Setukpa Lemdikpol Sukabumi ini, mereka ditangani seperti orang dalam pemantauan (ODP) seperti pemberian vitamin C baik dengan cara dimakan maupun injeksi, diberikan imboost, serta ditambah dengan makanan yang bergizi untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan atau imun tubuh.

Selain itu, untuk mengetahui tingkat kesehatan para siswa ini, pihaknya juga sudah melakukan rontgen terhadap paru-parunya dan hasilnya normal atau cukup baik dan pneumonia negatif. Kemudian, kegiatan lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya melalui olah raga ringan dan berjemur di waktu tertentu.

Sumber : AntaraSumbar.com