web04

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan mengembangkan budidaya udang vaname di Kecamatan Tanjung Mutiara, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam, Ermanto di Lubuk Basung, mengatakan, budidaya udang vaname ini akan dilakukan di Gasan Nagari Tiku Selatan dan Muaro Putih Nagari Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara dengan luas sekitar puluhan hektare.

Ia mengatakan, lokasi itu sangat cocok untuk budidaya dan pembesaran udang, karena kondisi geografis dan alam cukup baik untuk pertumbuhan udang tersebut. Untuk tahap awal, DKP Agam melakukan pendekatan kepada delapan pemilik keramba jaring apung di Danau Maninjau, agar mengembangkan tambak udang di Tanjung Mutiara. Sedang dijajaki dengan delapan pemilik keramba jaring apung di Danau Maninjau. Mudah-mudahan mereka mau mengembangkan budidaya udang vaname di Kecamatan Tanjung Mutiara.

Ia menambahkan, budidaya udang vaname saat ini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan, karena masa panen lebih cepat sekitar 50 sampai 60 hari. Sementara harga udang vaname terbilang cukup mahal sekitar Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram. Udang vaname atau “Litopenaeus vannamei” merupakan salah satu jenis udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak diminati, karena memiliki keunggulan seperti, tahan penyakit, pertumbuhannya cepat dan lainnya.

Anggota Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Agam, Jondra Marjaya mengapresiasi pengembangan dan budidaya tambak udang vaname. Namun dinas terkait harus membuat tambak percontohan di lokasi itu dengan tenaga yang ahli di bidang budidaya udang vaname, sehingga masyarakat tidak kesulitan nantinya.

Sumber : AntaraSumbar.com