foto web4
Banjir merendam lima kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Nasrianto, di Sarilamak, Jumat (15/1/2016), mengatakan kelima kecamatan yang terendam itu adalah Pangkalan Koto Baru, Guguak, Harau, Suliki, dan Bukit Barisan. Banjir paling parah terjadi di Pangkalan Koto Baru, Harau, dan Guguk. Bencana tersebut merendam puluhan rumah penduduk dan merusak area pertanian serta kandang ternak masyarakat.
Ia mengatakan, musibah tersebut tidak ada memakan korban jiwa, namun pihaknya memperkirakan kerugian yang ditanggung masyarakat relatif cukup besar. Saat ini sedang dilakukan pendataan berapa rumah yang terendam air, kerusakan area pertanian dan kerugian hewan ternak masyarakat.
Pihaknya meminta semua masyarakat untuk selalu waspada, terutama mereka yang berdomisili di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurutnya, saat ini banyak aliran sungai yang meluap akibat debit air terlalu besar sehingga merendam pemukiman dan lahan pertanian masyarakat.
Sebelumnya, Pelaksan Harian (Plh) Bupati Limapuluh Kota Yendri Tomas mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) siaga terhadap bencana mengingat tingginya curah hujan sejak beberapa minggu terakhir. Untuk itu, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk tetap siaga 24 jam.
Pemkab Limapuluh Kota menyediakan 14 mobil Puskesmas Keliling dilengkapi petugas yang siap memberikan pertolongan jika terjadi bencana. Persiapan itu untuk mengantisipasi timbulnya wabah penyakit pascabencana, seperti influenza, diare, demam, serta penyakit kulit lainnya.
Sumber : AntaraSumbar.com