camat

 

Sahabat BOOS, Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat pengawasan terhadap orang asing yang datang dengan dikukuhkannya tim Pengawasan Orang Asing (Pora) di tingkat kecamatan.

Kepala kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Dwi Prasetyo Santoso mengatakan Ada 323 tim tingkat kecamatan yang dikukuhkan. Ini akan memaksimalkan fungsi pengawasan orang asing sampai ke daerah terkecil di Sumbar.

Setelah dikukuhkan, camat sebagai ketua akan membuat keputusan tim Pora kecamatan yang terdiri dari tokoh adat, niniak-mamak, TNI, Polri, dan perangkat kecamatan yang mengurus ketenagakerjaan dan perizinan.

Sahabat Boos,  pembentukan tim Pora kecamatan untuk memaksimalkan tim Pora yang telah dibentuk kementerian. 

Dwi mengatakan mekanisme kerja dari tim Pora kecamatan nanti adalah melakukan pengawasan, kemudian melaporkan jika ada aktivitas dan keberadaan orang asing yang diurigai kepada Kapolres, Dandim, serta kantor Imigrasi terdekat.

Daerah yang dipetakan sebagai rawan pelanggaran orang asing di Sumbar adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, Dharmasraya, sebagai daerah perbatasan.

Sahabat Boos, selama 2018 pihaknya telah mendeportasi delapan warga negara asing, pelanggaran yang mendominasi adalah penyalahan izin tinggal.

Pengukuhan tim Pora kecamatan tersebut digelar di Padang pada Rabu (26/9), dan Kamis (27/9), ditambah dengan workshop.

Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, yang hadir langsung ke acara menyambut baik pembentukan tim Pora tingkat kecamatan tersebut.

Karena itu akan membantu pemerintahannya untuk melakukan pengawasan terhadap turis yang datang ke Mentawai.