20150611Mahyeldi_Ansharullah1

Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan dana alokasi umum (DAU) kota itu sebesar Rp190 miliar ditunda pencairannya oleh pemerintah pusat sampai akhir 2016. Penundaan ini memang memberikan dampak, tapi kami sedang menggagas sejumlah inovasi dalam menyikapinya seperti penerbitan obligasi untuk pembiayaan proyek pembangunan, demikian kata Mahyeldi.
Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan Pekan Inovasi Radio Republik Indonesia Padang dengan tema Cinta Tanah Air yang digelar pada 29 Agustus sampai 4 September 2016.
Menurutnya walaupun istilahnya penundaan tapi hakikatnya pemotongan karena dilakukan sampai akhir 2016.  Untuk menyikapi pemotongan dana tersebut Pemko Padang melakukan penghematan seperti kunjungan ke luar daerah akan dipersingkat, jika selama ini lima hari sekarang cukup tiga hari.
Ia berharap DPRD Padang juga ikut menyikapi hal ini sehingga dampak pemotongan anggaran bisa diminimalkan agar kegiatan untuk masyarakat tidak berkurang. Terkait gaji pegawai negeri, ia memastikan tidak berpengaruh karena ternyata setiap tahun di Padang ada sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp300 miliar. Pada sisi lain Mahyeldi melihat otonomi di kabupaten kota terkesan ditarik ke pusat sehingga kreativitas daerah agak tertutup dan peluang berkreasi menjadi lebih kecil.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kota Padang Muhidi mengemukakan sejauh ini pihaknya belum melihat petunjuk teknis terkait penundaan DAU Kota Padang oleh pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, sebenarnya hal itu tidak perlu terlalu dipusingkan karena pemerintah daerah hanya perlu menyesuaikan saja terkait hubungannya langsung dengan gaji pegawai.
Sumber : AntaraSumbar.com