web1

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Solok, Sumatera Barat, akan membentuk konsep ekowisata di Taman Kitiran (Kincir Angin) Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan.

“Jadi konsep eko wisata ini akan memadukan berbagai hal dalam satu tempat, selain pondok tahfidz, belajar di alam dan kuliner di tepi sawah, juga akan ada outbond dan camping ground,” kata Ketua Forum Pokdarwis Kota Solok, Diki Asnur di Solok.

Diki menjelaskan ekowisata adalah salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Jadi untuk membentuk kawasan ekowisata harus ada inovasi dan edukasi, sensasi wisata, alternstif tourism (punya kenangan), menumbuhkan industri wisata, dan adanya keterlibatan masyarakat untuk berperan aktif terlibat dalam pengelolaan wisata.

Nantinya, rumah-rumah masyarakat akan dijadikan homestay. Homestay dari rumah- rumah masyarakat akan diperbaiki sesuai standar kelayakan sebuah penginapan. Wisatawan yang akan menginap di Taman Kitiran dapat belajar membaca dan belajar Al Quran. Nantinya akan dilengkapi dengan toko cendera mata dan restoran kuliner untuk semakin memperlengkap Taman Kitiran sebagai lingkungan ekowisata.

Ia berharap akan dibentuk Badan Usaha milik desa (Bumdes) untuk mengembangkan pariwisata di Kota Solok, khususnya Taman Kitiran tersebut.

Selain itu, menurutnya diperlukan Perbankan untuk memberikan bimbingan berkala bagi perkembangan pariwisata dalam segi manajemen keuangan dan pengembangan SDM. Rencana kerja Taman Kitiran akan disusun Pokdarwis. Di Solok ada sekitar delapan pokdarwis yang akan membantu pengembangan wisata alam dan buatan yang ada.

Sebelumnya Taman Kitiran Qualified Training Center (QTC) dengan pesona alam perbukitan yang dihiasi 1000 kincir angin menjadi destinasi wisata baru untuk berswafoto, belajar Tahfidz, dan berkemah di Solok. Taman Kitiran QTC awalnya merupakan sanggar Quran dan pelatihan Tahfidz yang dibuka sejak Februari 2019.

Ia menjelaskan Taman Kitiran diambil dari bahasa jawa yang berarti taman kincir angin atau baling- baling. Taman Kitiran QTC Puncak 1000 Kincir Angin ini memiliki konsep Ekowisata, wisata edukasi, berkemah dan wisata kuliner.

Dalam mengembangkan Taman Kitiran tersebut ia juga melibatkan pemuda setempat untuk membuat 1.000 kincir angin yang terbuat dari kertas mika jenis katon dengan ketebalan dua ml yang tahan air, hujan dan angin.

Sumber : AntaraSumbar.com