web15

Pembangunan gedung baru kebudayaan di Padang Barat, Kota Padang merupakan “rumah” bagi seniman dan budayawan sebagai ruang untuk kegiatan kesenian, kata Kepala Dinas Kebudayaan setempat Taufik Effendi.

“Pembangunan gedung kebudayaan yang berlokasi di Jalan Samudera Purus ini akan difungsikan untuk menampung seniman dari pelbagai aliran dan latar belakang,” katanya di Padang, Kamis.

Gedung kebudayaan tersebut terbagi atas tiga zona, yakni zona A, B, dan C, namun yang baru rampung adalah zona A yang menghabiskan anggaran Rp57 miliar yang bersumber dari APBD.

Gedung zona A tersebut, lanjutnya yang menjadi ruang bagi seniman dan budayawan dalam menyalurkan kreativitasnya dan juga aktivitas kesenian lainnya.

“Zona A pada Januari 2018 sudah diresmikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar,” jelasnya.

Sementara zona B yang diantaranya adalah gedung utama pertunjukan teater. Pembangunannya dilanjutkan pada 2018 dengan anggaran mencapai Rp 25 miliar.

Sedangkan zona C yang kelak diperuntukkan sebagai kantor Dinas Kebudayaan Sumbar dibangun terakhir, yang diupayakan selesai pada 2020, ujarnya.

Dengan adanya pembangunan dan penambahan fasilitas tersebut, lanjutnya diharapkan dapat menambah prestasi-prestasi Sumbar di bidang seni dan budaya serta juga sebagai motivasi bagi pelaku seni.

Oleh sebab itu, Taufik mengajak seniman Ranah Minang dan budayawan lain memeriahkan Taman Budaya yang dinilai sebagai “rumah gadang” untuk berkesenian.

Sementara itu salah seorang seniman Sumbar, Rizal Tanjung mengatakan selain berstatus sebagai unit pelaksana teknis dinas (UPTD) dari Dinas Kebudayaan, Taman Budaya merupakan tempat berkumpulnya para seniman dan budayawan.

“Saya sangat setuju kalau taman budaya adalah `rumah gadang` bagi para seniman dan budayawan, oleh sebab itu hendaknya fasilitas yang dapat sama-sama dimanfaatkan dengan cuma-cuma atau dengan aturan main yang telah di sepakati antara pelaku seni dan Taman Budaya,” katanya.