foto gubernur
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing, karena curah hujan diprediksi masih tinggi hingga akhir 2015.
“Masyarakat harus mengetahui potensi bencana yang mungkin ada di lingkungan tempat tinggalnya. Jadi, kalau hujan lebat berlangsung cukup lama, kewaspadaan terhadap potensi bencana itu harus di tingkatkan,” kata Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek. Ia juga mengimbau masyarakat yang berkendara untuk menghindari jalur di perbukitan yang rawan longsor, terutama saat hujan lebat.
Menurut Reydonnyzar, pihaknya saat ini tengah mengikuti rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terkait kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan ini.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zuliatno mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah daerah yang dinilai rawan banjir dan longsor. Daerah yang cukup rawan bencana bajir dan tanah longsor itu menurutnya, Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok Selatan, dan Padang. Berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang, curah hujan di daerah tersebut juga cukup tinggi.
Terkait dengan antisipasi longsor ia mengatakan pihaknya juga telah memetakan zona rawan longsor dan menyiagakan alat berat pada jalur tersebut.
Sebelumnya pada 11 November 2015 terjadi longsor pada sejumlah titik menyebabkan jalur Padang-Solok lumpuh mulai pukul 17.00 WIB.
Salah satu titik terparah berada di kawasan Atapgenteng Indarung sebanyak 500 kubik material longsor berupa tanah dan bebatuan menimbun jalan.
Sumber: Antara Sumbar