kekerasaaan

Dari Januari hingga Juni 2018 (semester satu), tercatat 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Padang. Terus terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak disebabkan keengganan dari korban untuk melapor dan rendahnya perhatian dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Heryanto Rustam di Media Center Kominfo Padang, Rabu (26/9).

Heryanto mengatakan, untuk mengurangi kasus kekerasan pihaknya bekerjasama dengan instansi dan stakeholder terkait sudah melakukan berbagai program dan upaya.

Salah satunya,  dengan mendirika  Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Kemudian juga didukung pembentukan dan pengoptimalan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Padang disertai Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

28 kasus kekerasan ini,  seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), eksploitasi, trafficking, penelantaran, bullying dan lain sebagainya.

 Terkait itu pihaknya punsecara maksimal akan terus mengoptimalkan P2TP2A Kota Padang dan PATBM. Sebagaimana P2TP2A merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan layanan bagi masyarakat terutama  perempuan dan anak untuk tindak kekerasan. P2TP2A adalah wahana operasional untuk mewujudkan pemberdayaan perempuan melalui berbagai layanan fisik, informasi, rujukan, konsultasi dan peningkatan keterampilan serta kegiatan-kegiatan lainnya,

Sumber : HALUAN