20150727antarafoto-Pilkada-Sumbar-270715-1Pasangan calon, Irwan Prayitno-Nasrul Abit, yang diusung koalisi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra menjadi pendaftar pertama Pemilu Kepala Daerah Sumbar ke Komisi Pemilihan Umum setempat.

Kedatangan pasangan tersebut untuk mendaftar ke KPU Sumbar di Jalan Pramuka Padang, Senin 27 Juli 2015, diterima Ketua KPU Amnasmen serta jajaran komisioner, Ketua Bawaslu Sumba Elly Yanti, dan Kapolda Sumbar Brigjend Pol Bambang Sri Hernowo.

Setiba di KPU, rombongan Irwan-Nasrul yang didampingi Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan Satria dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Syuir Syam langsung menyerahkan berkas kelengkapan pendaftaran calon kepada panitia.

Memakai kemeja putih lengan pendek serta berkopiah, Irwan yang merupakan Gubernur Sumbar 2010-2015 itu, memutuskan mencalonkan diri kembali didampingi calon wakilnya, Nasrul Abit yang merupakan Bupati Pesisir Selatan 2010-2015.

Setelah berkas kelengkapan calon diserahkan, lima orang komisioner KPU Sumbar langsung melakukan pengecekan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Badan Pengawas Pemilu Sumbar.

Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan setelah menerima berkas pendaftaran, pihaknya akan melakukan verifikasi untuk mengecek keabsahan dokumen. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan calon dan penetapan calon resmi oleh KPU pada 24 Agustus 2015. Ia mengatakan bahwa Selasa, 28 Juli 2015 merupakan hari terakhir pendaftaran yang akan ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal memperkirakan minimal akan ada tiga pasang kandidat pada Pilkada Sumbar 2015. Pemilihan gubernur saat ini agak berbeda dengan sebelumnya karena selain pelaksanaan serentak juga baru saja usai pemilu legislatif dan presiden yang memengaruhi peta politik. Kondisi itu ditambah oleh jadwal yang mendesak karena umat Islam baru saja merayakan Lebaran sehingga pengurus partai berkejaran menetapkan calon yang akan diusung.

Ketua Bawaslu Sumbar Elly Yanti mengatakan ketika pasangan resmi ditetapkan oleh KPU, pihaknya akan mulai melakukan pengawasan. Namun demikian, Bawaslu sudah menginformasikan kepada kepala daerah agar memastikan kalangan pegawai negeri sipil menjaga netralitas dalam pilkada.

Sumber : AntaraSumbar.com