foto banjir
Wali Kota Padang Mahyeldi menyebutkan kerugian yang ditimbulkan akibat banjir yang merendam daerah itu pada 22 Maret 2016 ditaksir mencapai Rp30 miliar.  Berdasarkan pendataan kerugian tersebut meliputi prasarana jalan dan jembatan, peralatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), barang-barang elektronik hingga sawah warga yang tertimbun.
Ia menyampaikan hal itu usai meninjau korban banjir dan membagikan bantuan kebutuhan pokok kepada korban banjir di Kampung Jambak, Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah. Menurutnya pemerintah kota telah menetapkan tanggap darurat selama tujuh hari mulai 22 hingga 29 Maret 2016. Setiap sore akan dilakukan evaluasi penanggulangan banjir di posko utama di Palanta Wali Kota Padang.
Mahyeldi mengatakan pihaknya akan menata ulang saluran air di kota itu belajar dari musibah banjir yang terjadi. Pada daerah yang memang tidak mungkin lagi dihuni karena banjir disarankan masyarakat untuk tidak lagi menempati.  Saluran air yang melewati Jalan Adinegoro dinilai terlalu kecil dan akan diperbesar agar air lebih lancar.
Sementara Anggota DPRD Kota Padang Muharlion meminta pihak berwenang segera menangani amblasnya jalan menuju Pasir Jambak Koto Tangah karena jalur tersebut cukup vital, sebagai penghubung menuju lokasi objek wisata Pasir Jambak dan pemukiman warga. Ia menyarankan bantaran Muaro Baru segera di pasang batu grip dan aliran air diperbaiki sehingga tembus ke laut.
Menurutnya banjir yang merendam Kecamatan Koto Tangah salah satunya dipicu belum tembusnya aliran Muaro Baru ke laut sehingga saat hujan turun sungai tidak mampu menampung limpahan air.
Sumber: AntaraSumbar.com