web13

Menara Masjid Raya Sumatera Barat setinggi 85 meter akan dibuka untuk masyarakat yang ingin menyaksikan lanscape kota dan keindahan Pantai Padang dari ketinggian.

“Secara umum pembangunan menara ini telah selesai dan bisa digunakan. Tinggal finishing untuk memperindah,” kata Kepala Bidang ( Kabid) Bina Mental pada Biro Bina Mental dan Kesra Sekretariat Provinsi Sumbar, Karimis.

Ia mengatakan itu terkait fungsi menara yang salah satunya direncanakan sebagai destinasi wisata di Sumbar. Meski sudah uji coba dan bisa digunakan, tetapi kemungkinan besar pembukaan menara untuk umum baru dilakukan akhir 2018 atau awal 2019 setelah proyek itu benar-benar selesai.

Masyarakat bisa memanfaatkan balkon tingkat dua, yang bisa dicapai menggunakan elevator untuk menikmati keindahan kota Padang. Sementara balkon tingkat tiga dikhususkan untuk melihat hilal.

Sekarang tengah dipersiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur (Pergub) untuk penarikan restribusi terhadap masyarakat yang ingin naik. Hal itu untuk membantu biaya operasional terutama untuk biaya listrik elevator. Dasar hukum itu penting agar pengutipan restribusi tidak dinilai sebagai pungutan liar dan peruntukannya juga jelas. Besaran restribusi juga belum ditetapkan dan akan dibahas terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait dan mendapatkan persetujuan gubernur.

Pembangunan menara Masjid Raya Sumbar senilai Rp19,5 miliar itu rencananya selesai pada akhir 2017, tetapi terhitung 31 Desember 2017, pengerjaannya baru selesai 71 persen. Kontraktor PT Marlancho kemudian diberikan tenggat waktu 90 hari untuk menyelesaikan 29 persen sisa pekerjaan dengan nominal Rp5,1 miliar namun harus membayar denda 1/mil setiap hari. Dalam prosesnya BPK juga menemukan kelebihan pembayaran dan harus dikembalikan ke kas negara.

Tahun 2018, Pemprov Sumbar menganggarkan Rp1,3 miliar untuk finishing menara diantaranya lanscape pelataran dan keramik tangga.

Sumber : AntaraSumbar.com