web1

Badan Penanggulangan Bencana Daerah – Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sumatera Barat, membuat batas aman tsunami pada dua ruas jalan di kota setempat sebagai bentuk pengurangan risiko bencana.
Kepala BPBD-PK Padang, Rudi Rinaldy di Padang, mengatakan batas aman tsunami yang saat masih pengerjaan berada di dua kawasan yaitu di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umur (SPBU) Ampang dan di depan SPBU Sawahan ,Kecamatan Padang Timur.
Ia menyebutkan kedua kawasan itu merupakan jalur utama evakuasi bencana tsunami. Pada ruas jalan tersebut akan dibuat dua buah garis biru selebar badan jalan dengan tinggi sekitar satu meter. Garis biru ini yang akan menandakan apabila warga telah melewati garis tersebut maka tidak akan terkena gelombang tsunami. Apabila gempa terjadi, orang yang berada pada garis biru tersebut tidak perlu lagi keluar dari rumah untuk menuju kawasan lebih tinggi.
Dirinya melihat zona akan memiliki dampak besar karena dalam beberapa kali gempa terjadi masyarakat yang berada di kawasan aman ikut evakuasi menuju dataran yang lebih tinggi.
Ia mengatakan dengan ada tanda ini memberikan pemahaman kepada masyarakat apabila mereka berada di dataran yang lebih tinggi dari garis biru memberikan kesempatan evakuasi kepada masyarakat yang berada di zona merah tsunami. Masyarakat yang berada di zona merah tsunami bisa melakukan evakuasi baik menuju shelter maupun menuju zona aman tsunami.
Ia mengatakan pada tahun 2017, pihaknya akan menambah zona aman tsunami pada 32 ruas jalan di kota setempat yang berada pada kawasan yang berada di pesisir pantai. Untuk jarak zona tersebut dari pesisir pantai bergantung pada berbagai hal berbagai seperti banyaknya bangunan antara pesisir pantai dengan zona aman.
Ia menyebutkan kalau untuk kawasan Ampang dan Sawahan karena banyak gedung dan bangunan maka jaraknya lebih pendek sekitar 5 kilometer. Namun untuk di kawasan Koto Tangah jaraknya bisa lebih panjang lagi.
Sumber : AntaraSumbar.com