krg

PT Pertamina MOR I melalui Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Teluk Kabung Kota Padang, Sumatera Barat melakukan transplantasi terumbu karang di Pulau Pasumpahan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang keanekaragaman hayati.


Operation Head TBBM Bungus Teluk Kabung Anas Hasan di Padang, Selasa, mengatakan pihaknya mengucurkan dana CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan sebesar Rp243 juta untuk melakukan transplantasi ini di Pulau Pasumpahan, Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. “Kita bertujuan membentuk ekosistem bawah laut untuk meningkatkan keanekaragaman hayati. Selain itu dengan adanya ekosistem ini akan mempercantik kawasan ini dan menjadi salah satu destinasi wisata,” kata dia.

Ia mengatakan CSR ini sudah berjalan sejak 2016 hingga saat ini dan dilakukan secara berkelanjutan. Biota laut yang biasanya jarang ada kini sudah mulai beranekaragam dan ikan-ikan juga mulai banyak di kawasan ini.Disamping meningkatkan keindahan bawah laut para wisatawan akan tertarik datang ke lokasi ini untuk berwisata dan memberikan dampakperekonomian kepada masyarakat,” ujar dia.

Sementara Direktur Minang Bahari Syamsuardi sebagai pelaksana transplantasi terumbu karang bawah laut Pertamina mengatakan dalam kegiatan ini pihaknya akan menanam 600 bibit terumbu karang dengan luas wilayah sekitar 2.500 meterpersegi.

Menurut dia sejak dilakukan terumbu karang buatan kawasan perairan ini mengalami perbaikan. Daerah ini akan menjadi tujuan wisata menyelam dan menikmati keindahan bawah laut. Karena banyaknya wisatawan,. pihaknya akan membuat aturan kawasan yang tidak boleh dimasuki wisatawan sehingga terumbu karang ini dapat berkembangbiak dengan baik.

Dalam satu tahun biasanya terumbu karang mampu tumbuh empat hingga lima sentimeter dan ini terus dilakukan pengawasan. Selain itu kendala yang dihadapi ketika merawat terumbu karang adalah predator alami berupa binatang yang menghisap terumbu karang sehingga mereka mati. Selain itu perubahan iklim laut juga ikut mempengaruhi keberlangsungan hidup mereka. Kendala alami tentu tidak dapat kita antisipasi tapi ancaman kerusakan dari manusia dapat kita hindarkan dengan membuat aturan di lokasi tersebut,” kata dia.

 

Sumber : AntaraSumbar.com