r3

DPRD Kota Padang menyoroti terkait masih adanya kerumunan warga yang memadati pusat perbelanjaan. DPRD ingin Pemko Padang mengambil sikap tegas, menutup semua fasilitas umum yang dijadikan pusat keramaian.

Menurut Anggota DPRD Kota Padang Muzni Zein, Rabu (29/4), hal tersebut akibat masih lemahnya serta tidak adanya keseriusan dan ketegasan pemerintah setempat terhadap situasi saat ini dalam upaya pencegahan virus corona. Semestinya jauh hari sebelum Ramadhan pemerintah setempat mengantisipasi hal ini, sehingga bisa meminimalisir terjadinya lonjakan pengunjung. Minimal pemerintah melibatkan muspika, Satpol PP, serta semua unsur di dalamnya seperti ormas dan semua elemen yang ada. Jadi kesannya tidak seperti saat ini. Selain itu, lemahnya sosialisasi terhadap pedagang juga dianggap menjadi salah satu alasan para pedagang untuk tetap melakukan aktivitas jualan.

Anggota DPRD Kota Padang Pun Ardi menilai, masalah sekarang ini bukan masalah pemasukan atau isi perut seseorang, atau golongan, namun keselamatan jiwa seluruh masyarakat yang harus menjadi acuan dari permasalahan tersebut. Jika para pedagang sebelumnya dikasih pemahaman dan diberlakukan aturan yang serius, ia yakin mereka pun akan patuh terhadap aturan pemerintah.

Dirinya tidak menyalahkan para pedagang. Ia hanya mempertanyakan ketegasan pemerintah selama ini pernah diberlakukan atau tidaknya. Karena hal ini bukan hanya terjadi di pasar satelit, namun juga di pusat keramaian. Menurutnya, yang paling perlu diantisipasi dalam terjadinya lonjakan pengunjung ke pasar adalah mereka yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala). Apakah akan tahu, jika mereka yang datang itu tidak membawa virus. Ini kan tetap semuanya harus waspada, apalagi mereka yang datang itu banyak yang tidak memakai masker, risikonya sangat tinggi terhadap penyebaran virusnya. Oleh karena itulah, katanya, pemerintah kota sudah semestinya mengambil sikap, tutup semua fasilitas umum yang dijadikan pusat keramaian.

Sumber : AntaraSumbar.com