web1

Ratusan hektare sawah di dua nagari (desa) di Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok terendam banjir akibat hujan lebat sepanjang Jumat (5/2/2016) malam hingga Sabtu (6/2/2016) dini hari.

Camat Bukit Sundi, Jasman didampingi Wali Nagari Muaropaneh, Zulfirman di Arosuka, menyebutkan banjir terjadi akibat luapan Sungai Batang Gadih yang tak mampu lagi menampung debit air hujan.

Selain merendam ratusan hektare sawah,  banjir juga menyebabkan sebuah proyek batu geronjong untuk dam penahan tebing sungai di Jorong Balai Pinang Nagari Muaropaneh hanyut diterjang air bah luapan banjir tersebut. Padahal proyek pengerjaan batu geronjong itu baru saja selesai dibangun melalui bantuan dana pemerintah provinsi Sumatera Barat.

Pemerintah Kecamatan Bukit Sundi dibantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, sejak Sabtu dini hari hingga siang hari masih melakukan pendataan dan proses evakuasi warga ketempat yang aman. Pemerintahan Nagari Muaropaneh dan Nagari Kinari yang wilayahnya menjadi korban banjir luapan Sungai Batang Gadih itu juga ikut melakukan pemantauan dan antisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan terhadap perumahan penduduk diwilayah setempat.

Kendati sampai Sabtu siang, air mulai berangsur surut,  namun pihak pemerintahan Kecamatan Bukit Sundi dibantu petugas BPBD, TNI/Polri dan pemerintahan Nagari diwilayah itu tetap melakukan antisipasi datangnya banjir susulan.

Wali Nagari Muaropaneh Zulfirman menyebutkan akibat banjir yang merendam ratusan hektare areal tanaman padi masyarakat, kemungkinan besar masyarakat petani setempat akan mengalami kerugian yang cukup besar. Karena banyak tanaman padi masyarakat yang sebagian akan panen, rusak porak poranda akibat terendam banjir dan mengalami gagal panen. Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan katanya, masyarakat yang tinggal di Sungai Batang Gadih di Jorong Balai Pinang dan Galagah, diimbau untuk tetap waspada.

Sumber : AntaraSumbar.com