bawang

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tahun ini berencana mengembangkan bawang putih untuk pertama kalinya seluas 20 hektare di dua kecamatan. “Program dari pusat, untuk Solok Selatan adalah pengembangan bawang merah, bawang putih dan cabai merah besar,”

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Solok Selatan Risa Herfina saat dihubungi dari Padang. Budidaya bawang putih, sebutnya baru kali ini dikembangkan di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Kerinci, Jambi ini. Budidaya bawang bakal dikembangkan di dua kecamatan, yakni Pauh Duo dan Sangir. Menurut dia, kedua kecamatan itu dinilai memiliki ketinggian lebih dari 500 hingga 800 meter diatas permukaan laut. “Bawang putih bagus ditanamkan di ketinggiaan antara 500 hingga 800 mdpl. Kedua kecamatan itu dinilai memiliki ketinggian itu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga kini telah empat kelompok tani yang mengusulkan proposal mengembangan bawang putih ini. Kini tengah dilakukan seleksi calon petani calon lokasi (CPCL). Mengingat ini baru pertama kali akan dikembangkan di Solok Selatan, Dinas Pertanian akan mencermati pengadaan bibit dengan spesifikasi berlabel biru.  “Kami telah melakukan studi banding di Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Kendala utama dalam menanam bawang putih adalah bibit,” ujarnya.

Bawang putih, menurutnya lebih kebal terhadap hama dibanding dengan bawang merah. Namun, memiliki masa panen yang lebih lama dibanding bawang merah, yakni empat bulan. Setelah jelas kelompok tani yang bakal mengembangkan bawang putih tersebut, imbuhnya pihaknya akan mengundang calon petani tersebut untuk mendapatkan penyuluhan. “Kami akan mengundang praktisi,” ujarnya. Bawang putih, menurutnya lebih memiliki harga pasar yang stabil dibanding bawang merah. “Harga bawang merah fluktuatif karena dipengaruhi oleh persediaan.

 

Sumber : AntaraSumbar.com