20150311110315133750_pajak2
Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Pendapatan Provinsi (UPTD P-3) Sumatera Barat (Sumbar) memberikan toleransi kepada masyarakat wajib pajak (WP) yang jatuh tempo saat Lebaran.
“Kami tidak akan mengenakan denda kepada WP yang jatuh tempo-nya saat Lebaran,” demikian kata Kepala UPTD P-3 Sumbar Jaya Isman di Padang, Senin 20 Juli 2015.
Ia menjelaskan mulai dari 16-22 Juli 2015 pelayanan satuan manunggal administrasi satu atap (Samsat) di Padang tidak beroperasi memberikan layanan, baik itu pada Samsat pelayanan pusat maupun keliling. Namun, pada 23 Juli WP sudah harus mengurusnya, karena pada tanggal itu Samsat sudah mulai beroperasi, dan apabila terlambat maka denda tersebut berjalan.
Ia mengakui akan terjadi lonjakan saat hari pertama dibukanya layanan Samsat, dan untuk mengantisipasi keadaan tersebut, pihaknya akan mengaktifkan semua layanan administrasinya, mulai dari Samsat pelayanan pusat, keliling hingga layanan “drive-thru”. Pascalebaran berdasarkan analisa tahun lalu akan terjadi lonjakan WP, kalau pada hari biasanya hanya 600 dokumen per hari pada waktu normal, dapat meningkat mencapai dua kali lipatnya pada hari pertama nanti. Walaupun demikian, pihaknya siap memberikan pelayanan hingga malam hari, dan itu merupakan sebuah komitmen dari Samsat untuk melayani sampai antrean habis. Saat ini, Samsat telah memiliki satu unit mobil samsat keliling dengan daya tampung layanan maksimal sebanyak 500 unit per hari, ditambah dengan samsat drive thru dengan kapasitas maksimal 100 unit per hari, dapat membantu lonjakan jumlah pengurusan pajak pascalebaran nanti.
Ia menambahkan, sampai pada bulan Juli 2015 UPTD P-3 telah merealisasikan penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar Rp317,93 juta atau sebesar 51,84 persen dari Rp613,24 juta per tahun. Untuk tahun 2015, Sumbar akan memiliki pelayanan Samsat pada pusat perbelanjaan modern (mall) dan Samsat “online” pada anjungan tunai mandiri (ATM).
Sumber : AntaraSumbar.com