Gambar terkait

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  menargetkan produksi jagung di daerah itu pada 2018  sebesar 800 ribu ton atau 800 juta kilogram.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra mengatakan  produksi jagung itu tersebar pada kabupaten/kota di daerah itu.

Untuk mencapai target tersebut berbagai upaya dilakukan  diantaranya adalah dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan terlantar, memberikan bantuan bibit kepada para petani.

Kemudian, bantuan pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada melalui pelatihan dan pembinaan dan hal lainnya yang dapat memperlancar proses produksi.

Ia mengatakan rata-rata kebutuhan jagung di daerah itu sebanyak 600 hingga 700 ribu ton per tahun  dengan jumlah ternak ayam mencapai 15 juta ekor.

Lebih dari 60 persen jagung di daerah itu,   memenuhi kebutuhan lokal untuk pakan ternak, sehingga jika terjadi kenaikan harga akan berdampak kepada peternak ayam.

Oleh karena itu, Ia mengatakan untuk menstabilkan harga adalah dengan menambah jumlah produksi, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi.

Daerah yang menjadi sentra produksi jagung pada tahun sebelumnya adalah Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan dan Kabupaten Agam.

Sumber: Antarasumbar.com