20141014141014085320_kabut_asap_di_padang

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar meliburkan siswa dari berbagai tingkat sekolah karena kabut asap yang melanda daerah ini semakin parah. “Kondisi udara sudah masuk level sangat tidak sehat sehingga pemerintah daerah meliburkan aktivitas sekolah. Langkah ini diambil karena kabut asap dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan siswa,” kata Wakil Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi di Batusangkar, Rabu (9/9).

Ia menyebutkan kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di provinsi tetangga masih menyelimuti wilayah Kabupaten Tanahdatar, bahkan dari hari ke hari kondisi asap semakin pekat. Kabut asap, tidak hanya membuat kesehatan warga terganggu, tapi aktivitas warga juga terganggu karena jarak pandang terbatas. Kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan harus berjalan lambat dan ekstra hati-hati. Masyarakat yang beraktifitas di luar rumah harus menggunakan masker, sebagai tindakan pencegahan dampak dari kabut asap tersebut. Pemerintah daerah meminta warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, sehingga bisa terhindar dari berbagai bentuk penyakit yang ditimbulkan dari kabut asap tersebut. Wabup mengimbau agar masyarakat dapat melakukan Shalat Istisqa di daerahnya masing-masing untuk meminta dan memohon kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan agar kabut yang menyelimuti daerah itu bisa berkurang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar Indra Kesuma mengatakan, para peserta didik yang akan diliburkan itu mulai dari PAUD, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, SLTP, dan SLTA. Siswa akan diliburkan selama tiga hari mulai Kamis (10/9) sampai Sabtu (12/9). Direncanakan aktifitas sekolah akan dimulai kembali hari Senin (14/9), untuk selanjutnya terus dievaluasi dan jika kabut asap semakin tebal, kemungkinan libur sekolah akan ditambah dan demikian sebaliknya

Sumber : AntaraSumbar.com