foto web1

Tiga warga Kelurahan Bungo Pasang, Kota Padang yang hilang kontak sejak Kamis (7/1/2016) diduga terkait Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ketiganya adalah seorang ibu rumah tangga bernama Ana Sri Fatiah (25), anak pertamanya Farid Rizki Ramdani (5,5) dan anak keduanya Nadin Alia Sahila (2,3).
Menurut suaminya, Deni hendri (32) di Padang, Kamis, bahwa istrinya pernah bergabung gerakan Gafatar pada Maret 2015. Waktu itu mereka menetap di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar dan istrinya mengajak bergabung namun dia tidak mau.
Ia melanjutkan semenjak ikut Gafatar, istrinya pernah mengikuti kegiatan Gafatar di Kota Padang.
“Karena istri saya sudah terlanjur masuk maka saya putuskan untuk pindah ke Kota Padang agar istri saya tidak terus menerus mengikuti gerakan itu,” katanya.
Namun pada Kamis (7/1/2016) sepulangnya bekerja ia tidak mendapati istrinya berada di rumah dan informasi dari tetangganya istrinya dijemput oleh seseorang menggunakan mobil.
Namun belakangan dari pemberitaan media cetak dan elektronik diketahui seorang di dokter juga hilang karena ikut gerakan Gafatar. Mengetahui informasi itu, dia pada Sabtu (9/1/2016) mendatangi Kepolisian Sektor Padang Utara, Kota Padang untuk membuat surat kehilangan istri dan anak-anak.
Ia berharap istri dan anak-anaknya segera pulang ke rumah dan kembali berkumpul seperti semula. Ia berpesan kalau istrinya tidak memiliki uang beritahu keluarga maka keluarga akan menjemput.
Sebelumnya, Kadivhumas Polri, Irjen Anton Charliyan, di Mabes Polri mengatakan organisasi Gafatar mengandalkan prinsip “kasih sayang” dan antikekerasan untuk menarik minat masyarakat agar bergabung dengan organisasi itu. Mereka menggunakan asas kasih sayang dan antikekerasan. Ini kedok mereka.
Gafatar, menawarkan keringanan-keringanan dalam melaksanakan ibadah sehingga menarik bagi mereka yang enggan beribadah sesuai syariat Islam.
Gafatar merupakan sebuah organisasi yang telah lama dinyatakan terlarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ada pun organisasi tersebut kini telah bermetamorfosa menjadi Negara Karunia Allah (NKA).
Sumber : AntaraSumbar.com